Suka makanan atau kudapan yang terbungkus daun pisang? Kalau saya suka sekali. Makanan yang dibungkus daun pisang memberikan cita rasa khas, aroma daun pisangnya sangat wangi.
Ada banyak makanan yang dibungkus daun pisang yang saya sukai, seperti nagasari, lemper, arem-arem, sumping labu, iwel-iwel, barongko, buras, mendut dan masih banyak lagi. Sedang untuk lauk saya suka pepes dan bothok.
buras buatan sendiri (dokpri) |
Kalau barongko dan buras adalah makanan khas Makassar. Barongko biasanya dibuat dari pisang kepok yang sudah matang sekali dicampur dengan tepung terigu, susu, telur, gula, santan. Sesuai selera sih kalau membuat barongko. Adonan ini dicampur jadi satu lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Sementara buras terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan garam serta dibungkus daun pisang. Setelahnya direbus hingga matang. Buras biasanya dimakan bersama cotto Makassar.
buras teman makan cotto Makassar (dokpri) |
Disaat pandemi ini, sepertinya para ibu mengisi hari-harinya dengan rajin di dapur. Mereka sering eksperimen resep-resep barunya. Sangat mudah untuk belajar memasak, karena banyak tutorial atau panduan membuat masakan yang tersebar di internet, baik di youtube maupun di aplikasi khusus resep makanan seperti Cookpad. Bahkan ada yang berujar, setelah pandemi berakhir nanti, pasti banyak chef baru bermunculan dengan aneka makanan yang ditawarkan. Atau...anak-anak barangkali mulai bosan dengan makanan yang dijual di pasaran. Mereka lebih memilih masakan ibunya yang lebih variatif. Hayooo...siapa yang saat ini jadi hobi masak?
Begitupun dengan saya. Biasa diantar makanan tetangga yang suka masak, ditambah permintaan anak akhirnya saya jadi suka bereksperimen di dapur. Awalnya suami sempat sangsi dengan eksperimen saya. Dia pesimis apa yang saya masak akan berhasil dan sukses menjadi makanan yang dilirik anggota keluarga.
Biasalah ya..kaum bapak-bapak suka meremehkan kaum ibu. Mungkin dilihatnya saya ini tidak ada tampang serius untuk membuat menu spesial hahaha....Baiklah tanpa ragu saya mencoba dua resep masakan yang berbungkus daun pisang. Sekaligus ini adalah makanan kesukaan anak dan bapak.
1. Nasi Bakar Udang
dokpri: percobaan nasi bakar udang |
Resep pertama yang saya coba adalah nasi bakar. Awalnya sebelum pandemi corona, tetangga mengantar dua buah nasi bakar cumi. Kata si Fawaz, nasi bakar buatan tetangga enak banget. Dia ingin saya yang membuatnya. Duh...rasanya tertantang ya. Sumpah, kalau harus ke pasar, apalagi pasar ikan saya paling anti. Cumi segar adanya di pasar, kalau nitip tetangga pasti dia bertanya saya akan masak apa. Akhirnya saya putar otak mencari pengganti cumi.
Saat pandemi, banyak pasar tutup, bahkan hanya beberapa swalayan yang buka. Itupun barangnya tidak selengkap hari-hari sebelum pandemi. Karena tidak menemukan cumi segar di swalayan, akhirnya saya ganti dengan udang kering.
Setelah googling resep nasi bakar, maka semua bahan saya siapkan, termasuk daun pisang sebagai pembungkusnya. Awalnya saya kesulitan alat untuk membakar nasi bakar karena memang tak memiliki alat ini. Namun saya mencoba memakai teflon yang sudah rusak sebagai alat bakarnya. Dengan melihat tutorial di internet, bagaimana membakar nasi bakar memakai teflon akhirnya jadilah nasi bakar udang yang sukses menyita perhatian Fawaz.
Pengen tahu resep nasi bakar udang yang saya buat? Ini ya resepnya, saya buat semudah mungkin siapa tahu ada yang ingin membuat nasi bakar sendiri di rumah.
NASI BAKAR
dokpri |
Bahan:
- 4 piring nasi putih
- Udang basah atau kering secukupnya
- 2 buah sosis ayam, potong tipis menyerong
- 5 buah scallop, rajang tipis memanjang
- Daun pisang secukupnya
- Lidi secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu:
- 1 batang sereh, geprek
- 2 buah daun jeruk
- Garam secukupnya
- Gula sedikit
- Santan kara secukupnya
Bumbu halus:
- 4 buah bawang merah
- 2 buah bawang putih
- 2 cm kunyit
- 2 buah kemiri
- 3 buah cabe rawit
CARA MEMBUATNYA:
- Siapkan wajan, panaskan dengan api sedang. Lalu tumis bumbu halus dengan sedikit minyak. Masukkan daun jeruk dan sereh geprek. Tumis lagi hingga harum.
- Goreng juga irisan scallop, sosis ayam dan udang yang sudah dipotong hingga matang. Lalu campur kedalam bumbu yang ditumis.
- Masukkan nasi putih, ditambah sedikit air. Aduk semua bahan hingga rata. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Supaya gurih bisa ditambahkan sedikit santan kara, lalu aduk kembali hingga tercampur semuanya.
- Tes rasa. Bila sudah sesuai selera lalu matikan kompor.
- Siapkan daun pisang yang sudah layu. Lalu bungkus nasi yang telah dibumbui seperti membungkus lontong. Pakailah lidi agar nasi yang dibungkus tidak terlepas.
- Setelah semua nasi dibungkus daun pisang, saatnya membakarnya. Untuk membakar nasi bisa menggunakan panggangan atau bisa memanfaatkan teflon yang sudah tak terpakai.
- Panggang nasi bakar kurang lebih 30 menit diatas api. Bolak balik hingga daunnya terbakar dan tercium aroma harum.
- Bila dirasa sudah matang, nasi bakar siap dihidangkan.
- Resep ini cukup untuk 4 porsi.
nasi bakar udang yang sudah matang (dokpri) |
Ternyata nasi bakar udang buatan saya sukses menyita perhatian Fawaz. Bahkan selera makannya bertambah. Suami pun ikut manggut-manggut saat mencicipi nasi bakar ini. Nyatanya, sukses dengan tantangan pertama, tantangan berikutnya siap dieksekusi.
2. BOTHOK LAMTORO
bothok lamtoro (dokpri) |
Tantangan kedua ini gampang-gampang susah. Susahnya harus kupas kelapa lalu memarutnya secara manual. Sebenarnya bisa kita beli kelapa parut, namun sensasinya beda. Rasanya kurang pas. Makanya saya lebih suka marut kepala sendiri. Namanya bothok lamtoro, atau bothok petai cina ini makanan khas Jawa. Kalau saat ini kita berada di perantauan, dan terpaksa tidak boleh mudik gara-gara pandemi corona, pasti hal pertama yang bikin kangen adalah masakan khas Jawa.
Makan bothok cukup mewakili kerinduan kita pada masakan ibu. Dan tidak mau larut dalam kesedihan akhirnya saya memenuhi tantangan kedua ini. Tak peduli kuku harus patah gara-gara marut kelapa hehehe....
Resepnya mudah. Beberapa saya kutip dari internet. Dan akhirnya jadilah bothok lamtoro yang sangat nikmat dimakan bersama nasi hangat. Kalau ingin mencoba membuat bothok lamtoro sendiri, ini resepnya:
BOTHOK LAMTORO
adonan bothok lamtoro (dokpri) |
Bahan:
- 1/2 buah kelapa agak muda, parut
- 1 mangkok petai cina atau lamtoro
- 3 lembar daun jeruk limau
Bumbu:
- 4 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar
- 11 buah cabe (sesuai selera)
- Terasi secukupnya
- 3 cm lengkuas
- 1/2 ruang jahe
- 1/2 ruang kencur
- 1 sendok teh garam (sesuai selera)
- 1 sendok teh gula (sesuai selera)
- 1sendok teh masako (sesuai selera)
Cara Membuatnya:
- Haluskan semua bumbu, lalu campur dengan semua bahan.
- Bungkus dengan daun pisang sesuai selera sampai adonan habis.
bungkus dengan daun pisang (dokpri) |
- Kukus selama 35 menit. Bila sudah matang angkat. Bothok lamtoro sangat cocok dimakan bersama nasi putih hangat.
nikmat banget makan seperti ini (dokpri) |
Jadi inilah cara saya mengobati rasa rindu pada kampung halaman dan masakan Ibu. Sekaligus resep ngirit ditengah pandemi. Sadar atau tidak saat harus berdiam diri di rumah, jatah makan bertambah. Otomatis pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan pokok juga meningkat. Solusinya kita harus pandai mengelola keuangan tanpa mengurangi jatah makan. Salah satunya membuat bothok lamtoro ini. Cukup dengan makan nasi putih ditambah lauk bothok lamtoro, nikmatnya luar biasa. Bothok ini awet karena dikukus, bisa untuk makan saat berbuka sekaligus sahur.
Anda tertarik? Silahkan mencoba resep makanan berbungkus daun pisang diatas. Atau Anda mempunyai resep lain? Yuk berbagi siapa tahu resepnya bermanfaat.
21 Komentar
Wowwow enak semua nih. SAya kagum, Mbak Yuni pernah masak buras toh? Lumayan lama juga prosesnya yah.
BalasHapushahaha...saya paling suka makan buras sama cotto mbak Niar meski bukan orang Makassar.
Hapuswiiih nasi bakar udang ko kayanya menggoda banget ya inii, aku jadi pengen cobain juga deh, kapan kapan mau bikin juga aaah hehehe
BalasHapusayuuuk mbak nyobain bikin...anakku suka banget lho mbak
Hapusbotok lamtoro aduh dj pingin sdh lama gak makan ini
BalasHapusayooo bunda memasak virtual ntar icipnya virtual juga hahaha
HapusUwaw..semuanya menggoda!
BalasHapusYa ampun, mbak, telaten menjawab tantangan
Saya baru pernah nyobain bikin pepes tahu sama pepes tongkol. Rasanya enak sih (kata siapa😅😅), tapi tampang pepesnya aduuuh, berantakan
Hahaha.
ini gara2 pada gak yakin kalau saya bisa masak mbak hahaha
Hapusmau nyontek resep nasi bakarnya mbak hahahaa duh mbaknya telaten ya bikin beginian :)
BalasHapusayo mbak dicoba resep nasi bakarnya....saya jawab tantangan karena kemampuan saya diragukan sama suami sendiri hahaha
Hapusnasi bakar selain menu yang simpel tapi rasanya nendang hahaha
BalasHapusTrima kasih mbak resepnya. Saya suka nasi bakar. Biasanya kalo pas ke resto aja makannya
BalasHapusBurasnya menggoda dan bikin kangen rumah ortu hahaha.
BalasHapusKalau botok lamtoro ini sering dibuat sama mertua Mba.
Kalau nasi bakar sebenarnya kurang doyan, lebih suka buras, padahal nggak ada isinya ya :D
Duhhhh meni rajin pisan euy bu komendan. Kelar pandemi aku kesana ya? masakin buras dan cotto makasar (malak). Wkwkwk
BalasHapusUdah beberapa hari ini saya kangen banget nasi bakar. Tapi, kalau mau bikin sendiri tuh suka malas ngebungkusnya. Saya masih belum bagus kalau ngebungkus makanan pakai daun
BalasHapusAduh Mbak Yuni, ngiler lihat nasi bakar dan bothok lamtoronya. Aku jadi inget mama. Mama rajin bikin makanan yang dibungkus daun pisang kayak begini. Kalo aku, jujur gak pernah. Ribet dan terlalu pemalas akunya. Huhu… kudu mulai deh ih. Makanan dibungkus daun pisang enaaak :D
BalasHapusJadi inget anak-anak suka nasi bakar tapi aku gak pernah bikin, boleh juga idenya nih mbak buat aku bikin nasi bakar, nyontek resepnya ya. Oh ya ada lagi makanan yang dibungkus pakai daun pisang biasanya aku bikin pepes tahu atau pepes ikan
BalasHapusNasi bakar makanan favorite seluruh anggota keluarga, karena kaya rempah dan isiannya bisa macam2
BalasHapusya aaammpun kak pasti enak banget lampotoro sama nasi putih panas2... lalalala
BalasHapusaku bisa nambah... eh pelas kedelai mana nih kak
Makanan kesukaanku ni, kalau ditempatku namanya botok petet
BalasHapusSaya suka botok lamtoro, kalau di tempat saya nyebutnya botok kentoro.
BalasHapusSilahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...